Cara Membersihkan Miss V dengan Tepat

Unknown | 4/26/2016 | | Be the first to comment!
Cara Membersihkan Miss V dengan Tepat
Pentingnya sebuah organ tubuh berbanding lurus dengan bagaimana Anda harus merawatnya. Salah satunya adalah vagina merupakan organ vital bagi setiap wanita yang harus dirawat kebersihannya.

Walaupun sebenarnya, vagina bukanlah organ yang kotor dan tidak memerlukan pembersihan yang intens, namun dalam proses pembersihannya harus memperhatikan beberapa hal penting. Dikutip dari Metro, Senin (25/4/2016), vagina memiliki kemampuan pembersihan sendiri dan menjaganya tetap bersih.

Kendati demikian, Anda pun perlu memberikan perawatan supaya organ ini tetap sehat dan bersih dengan beberapa ketentuan. Jika tidak, maka organ intim wanita rentan terkena penyakit, dari mulai yang disebabkan oleh jamur, bakteri, hingga virus.

Pakar kesehatan vagina dari Michigan State University Nancy Herta menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan untuk membersihkan vagina. Meskipun sebenarnya tidak banyak hal yang perlu dilakukan untuk membersihkan organ ini.

"Vagina memiliki mekanisme yang baik untuk membersihkan dirinya sendiri. Vagina memiliki pH yang rendah yang baik untuk melawan pertumbuhan bakteri," ujar Nancy.

Do's:

1. Biarkan vagina membersihkan dirinya sendiri dengan hanya membilas bagian luar vagina. Gunakan sabun ringan di bagian luar saja, tidak perlu hingga ke dalam.
2. Keringkan vagina dengan handuk bersih sebelum mengenakan celana dalam.
3. Cairan vagina bukan hal yang kotor dan normal terjadi selama baunya tidak menyengat. Setelah berhubungan seksual, bau vagina juga akan berubah. Sperma yang masuk ke dalam vagina akan mengubah pH dari organ ini yang akan ditangani sendiri olehnya.

Don't:

1. Tidak memperhatikan pH saat mencucinya. Ketika mencuci kemaluan wanita ini tanpa memperhatikan pH, maka Anda meningkatkan risiko timbulnya infeksi jamur.
2. Memasukkan benda asing ke dalam vagina seperti sabun, buah, sayuran, parfum, penis, dan mainan seks yang kotor akan mengubah kadar pH dan meningkatkan risiko infeksi.
read more...

Lift-off for Europe's space laser network

Unknown | 4/25/2016 | | Be the first to comment!
Europe has begun to roll out a data superhighway in orbit above the Earth.

The first node in the network is a telecommunications satellite that was launched from Baikonur, Kazakhstan.
It will use a laser to gather pictures of the planet taken by other spacecraft and then relay them to the ground.

One benefit will be to put information on natural disasters, such as flooding and earthquakes, into the hands of emergency responders far faster than has previously been possible.

Currently, it can take hours to get the pictures taken by Earth observation satellites down on the ground.

Part of the reason is that spacecraft can only transmit their images when they pass over a receiving dish, and they will have visibility of this antenna for just 10 minutes in most cases during every 90-minute tour around the globe.

The European Space Agency's (Esa) answer is to fire the pictures upwards instead, via laser, to another satellite much higher in the sky that has a constant view of the ground station.

The agency recently put up two Earth observers that are equipped with optical transmission equipment. These will now be able to offload their data through the new relay satellite, which is to be positioned 36,000km above the equator at 9 degrees East.

Testing by Esa's industrial partner, Airbus Defence and Space, shows it should be possible for the system to put pictures on the desks of the people who need them within 20 minutes of those images being acquired.
read more...

Second EU radar satellite launches

Unknown | 4/25/2016 | | Be the first to comment!
The European Space Agency has launched a second radar satellite into the EU's new Sentinel constellation.

Sentinel-1b was carried into orbit by a Soyuz rocket that flew out of Sinamary in French Guiana. The new platform will monitor shipping lanes for pollution and icebergs, and survey land surfaces for evidence of subsidence - to name just three of the myriad applications for radar imagery.

Sentinel-1b will work alongside the 1a spacecraft, which was launched in 2014. Operating in the same orbit but separated by 180 degrees, the pair will be able to map the entire Earth every six days.

This promises an avalanche of data - some five terabits per day - and both satellites are carrying laser communications systems to help get all the information to the ground.

The Sentinels are a flagship space project for the European Union, which has committed billions of euros to the endeavour.
The satellites fit into a programme the European Commission calls Copernicus, which draws together all sorts of data about the health of the Earth, not just from orbit.

Copernicus will support a multitude of services, ranging from air quality updates to crop-performance monitoring, from water-resource management to transport infrastructure planning.
read more...

Forecasters warn of severe weather outbreak in central US

Unknown | 4/25/2016 | | Be the first to comment!
School districts and authorities are bracing for the possibility of a severe weather outbreak that could produce powerful, long-track tornadoes and large hail Tuesday in some central and southern Plains states.

The most dangerous weather — heavy winds, tornadoes and hail as large as baseballs or softballs— will likely take aim at a 69,000-square-mile area stretching from southern Oklahoma to southern Nebraska, including the Oklahoma City area, according to the Storm Prediction Center in Norman.

In all, 25 million people from the Rio Grande River in south Texas to Omaha, Nebraska, and the western regions of Missouri, Arkansas and Iowa are at a slight risk or higher of experiencing severe weather Tuesday. In the east, a separate storm system could bring thunderstorms, strong winds and hail to Philadelphia, Baltimore and Washington, D.C., but the risk of severe outbreaks is low.

"We shouldn't assume that we're going to have a lot of information — you know, a lot of lead time," Storm Prediction Center meteorologist Matt Mosier said. "We may or we may not."

Administrators for Oklahoma City Public Schools, the state's largest school district, planned to meet early Tuesday morning to assess the weather and determine whether to cancel classes, spokesman Mark Myers said in an emailed statement.

The University of Oklahoma has sent messages on social media since last week reminding followers to be aware of conditions, and will announce any potential decisions regarding class cancelations as early as possible, spokeswoman Catherine Bishop said.

The Storm Prediction Center issued a notice last week that severe weather was possible Tuesday in this part of the country and released updated forecasts in the days since. In recent years, authorities have been able to predict storm conditions like these several days in advance with greater confidence, Mosier said, though he noted that the weather doesn't always pan out as expected.

"It's never straightforward when you're sitting here talking about (predicting) large tornadoes," Mosier said. "We're trying to be as confident or as accurate as we can."

Residents of impacted areas should develop a plan to take shelter from a quick-forming storm without driving in severe conditions, Mosier said.
read more...

Lorenzo Bentak Valentino Rossi di Pit Lane, Bukti Kebenciannya Sudah Lama Tertanam

Unknown | 4/25/2016 | | Be the first to comment!
Perpindahan Jorge Lorenzo ke Ducati mulai musim 2017 makin menegaskan permusuhannya dengan Valentino Rossi. Sejumlah bukti sudah terang-benderang memperlihatkan betapa pebalap Spanyol itu tak suka terhadap Rossi.

Tahun 2015 misalnya, sebelum drama Rossi versus Marc Marquez, Lorenzo sudah mempertontonkan kebenciannya. Pada GP Aragon, 27 September 2015, Lorenzo memarahi Rossi saat pergantian motor di pit lane.

Kala itu, sebagaimana terekam dalam video ini, Lorenzo baru saja berganti motor, tapi saat mau melaju, muncul Rossi.
Lorenzo langsung terlihat seperti membentak Rossi, yang juga akan mengganti motornya.

Seri ke-14 MotoGP 2015 itu akhirnya dimenangi Lorenzo, disusul Dani Pedrosa. Kebencian Jorge Lorenzo terhadap Valentino Rossi rupanya sudah tertanam lama.

Video ini menjadi salah satu bukti kenapa Lorenzo harus hengkang dari Yamaha dan bergabung ke Ducati di musim 2017 dan 2016.

Kala itu, MotoGP Malaysia di Sirkuit Internasional Sepang, Selangor, 25 Oktober 2015, Rossi finis di urutan ketiga, Lorenzo urutan kedua, dan Dani Pedrosa urutan pertama. Di podium, Rossi menerima trofi sebagai urutan ketiga.

Ketika Rossi mengangkat trofi itu, Lorenzo menunjukkan jempolnya ke bawah pertanda jelek.Suara cemooh penonton kala itu pun langsung sangat riuh.

Lorenzo langsung kabur dari podium MotoGP Malaysia segera setelah lagu kebangsaan Spanyol untuk Pedrosa diperdengarkan.
read more...

Kapolri: AKBP Untung Sangaji Tidak Bersyukur

Unknown | 4/09/2016 | | Be the first to comment!
Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengaku sudah mengetahui soal AKBP Untung Sangaji yang akan maju sebagai calon bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku.

Jenderal bintang empat ini mengomentari soal AKBP Untung yang kecewa karena tidak mendapatkan kenaikan pangkat atau jabatan di Kepolisian.

Padahal seperti diketahui nama Untung melambung lantaran aksinya saat melawan teroris di Thamrin beberapa bulan lalu.

Atas aksi itu, Untung sempat mendapatkan penghargaan dari Kapolri namun ia tidak hadir.

"Saya sudah rencanakan tadinya dia mau dijadikan Kapolres. Tapi karena begitu ya saya coret. Itu namanya tidak bersyukur," tutur Badrodin usai menghadiri HUT ke 70 TNI AU di Halim, Jakarta Timur, Sabtu (9/4/2016).

Untuk diketahui, Untung sudah menjadi perwira menengah di Satuan Polairud selama tiga tahun.

Dan dia mengaku jenuh di posisi saat ini serta ingin berkembang.

Semestinya, kata dia, tindakannya melumpuhkan teroris membuat kariernya menjadi lebih baik.

"Padahal keahlian kita, mereka sudah lihat. Sudah lama kita lakukan yang terbaik," kata Untung.

Lebih lanjut, Untung membantah kekecewaannya pada Badrodin merupakan alasan utama dirinya ingin maju sebagai calon Bupati SBB, Maluku.

Sejak dulu ia mengaku sudah berniat membangun desanya, tapi terhalang kesibukan di Kepolisian.

Saat ini tugasnya sebagai instruktur pun sudah tidak begitu berat sehingga bisa melepaskan pekerjaannya.
read more...

Pilih Ledia Hanifa, Hidayat: Bukti PKS Tak Anti Perempuan

Unknown | 4/08/2016 | | Be the first to comment!
Ketua Majelis Tahkim Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menjelaskan alasan partai memilih dan menetapkan Ledia Hanifah Amalia menjadi Wakil Ketua DPR, menggantikan Fahri Hamzah, yang dipecat dari keanggotaan partai.

"Memang kami sengaja. PKS partai islam, dengan menjadikan beliau sebagai wakil itu membuktikan PKS tidak anti perempuan," ujar Hidayat, saat ditemui di ruang kerjanya, di Gedung Parlemen Senayan, Jumat, 8 April 2016.

Hidayat berujar, partai menilai Ledia sebagai sosok amggota DPR yang berkualitas. Ledia saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VIII atau komisi yang membidangi lingkup sosial, agama, bencana dan pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak.

Salah satu prestasinya yang terbaru, menurut Hidayat adalah berhasil menjadi Ketua Panitia Kerja rancangan undang-undang tentang disabilitas, yang baru disahkan beberapa waktu lalu.

Hidayat pun menjelaskan bahwa penunjukkan Ledia juga sebagai bukti bantahan tidak ada yang dimaksud agenda bersih-bersih rekan Anis Matta, seperti yang disangkakan selama ini. Termasuk dalam proses pemecatan Fahri, yang dikaitkan dengan posisinya dahulu yang dekat yang Anis Matta.

"Bu Ledia ditunjuk sebagai Wakil Ketua Komisi VIII oleh Pak Anis, jadi memang dekat juga. Kami dalam rangka untuk memastikan komitmen dan aturan partai bisa berjalan," ucapnya.

Hidayat mengatakan Ledia juga telah menyatakan kesanggupannya untuk menggantikan Fahri. Dia menilai track record Ledia sebagai pimpinan komisi di DPR sangat baik dengan profesionalitas yang terukur. "Kita berharap ada warna baru di DPR, dengan tampilnya pimpinan wanita yang berkualitas. Rekan DPR bisa lebih segan, produktif, dan profesonal," ujarnya.

Ledia ditunjuk menjadi pengganti Fahri, berdasarkan keputusan yang diambil dalam rapat pleno yang digelar Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS, Rabu kemarin. "Saya dicalonkan dan ditetapkan oleh pimpinan untuk mengemban amanah ini," ujar Ledia, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu, 6 April 2016.

Ledia juga mengatakan setiap kader harus mempersiapkan diri untuk ditempatkan di posisi mana pun. "Bismillah semoga Allah memudahkan segala urusan," katanya.
read more...

Kasus Sonya, Polri Minta Polantas Tidak Takut Intimidasi

Unknown | 4/08/2016 | | Be the first to comment!
Sikap arogan Sonya, pelajar SMA Methodist saat ditilang polisi wanita di Medan, Sumatera Utara menjadi sorotan sejumlah pihak.

Tak terkecuali Mabes Polri. Bahkan Sonya sempat mengaku-ngaku sebagai anak dari Deputi Bidang Penindakan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Arman Depari.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Agus Rianto meminta kepada seluruh petugas lalu lintas untuk tidak takut bila mendapat intimidasi seperti yang dilakukan Sonya.

"Itu tergantung pada petugas tadi. Apabila yang bersangkutan merasa tugas di atas undang-undang, tentunya tidak masalah, siapa pun yang melanggar tentu dilakukan penindakan," kata Agus di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (8/4/2016).

Dalam kasus Sonya, menurut Agus, seharusnya petugas di lokasi tegas menanyakan kebenaran pengakuan Sonya. Bila itu tidak benar maka terjadilah pelanggaran hukum.

"Petugas bisa menanyakan apakah betul yang bersangkutan keluarga atau bawa nama. Karena kalau membawa nama kan berarti sudah pelanggaran hukum lain selain pelanggaran lalu lintas," ujar Agus.

Meskipun pelanggar benar keluarga dari anggota polisi, Agus mengimbau petugas di lapangan untuk tetap menindak. Menurut dia, jangan terpengaruh atau takut bilamana pelanggar membawa-bawa nama anggota agar terhindar dari tindakan tilang.

"Seharusnya itu tetap diberikan tindakan. Karena tindakan kan bermacam macam terkait lalu lintas mungkin diberikan tilang apabila melanggar ataupun teguran juga itu merupakan tindakan tergantung semuanya pada teman-teman di lapangan untuk menyikapi pelanggaran yang terjadi," pungkas Agus.

read more...
 
Copyright © 2015 Blog Dava • All Rights Reserved.
Blogger Templates Design by BTDesigner • Powered by Blogger